<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>coret coret</title>
	<atom:link href="http://elyas.laros.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elyas.laros.or.id</link>
	<description>cuman ingin jadikan impian menjadi kenyataan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 14:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>pptp ke server mikrotik (vpn)virtual private network</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/networking/pptp-ke-server-mikrotik-vpnvirtual-private-network/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/networking/pptp-ke-server-mikrotik-vpnvirtual-private-network/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[mikrotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Virtual Private Network (VPN) adalah solusi koneksi private melalui jaringan publik. Dengan VPN maka kita dapat membuat jaringan (saluran) di dalam jaringan atau biasa disebut tunnel dan saluran (tunnel) yang kita buat dapat secara aman terenksripsi melewati jaringan tersebut. contoh configure lewat terminal mikrotik: / interface ethernet set ether1 name="ether1" / interface bridge add name="lan" [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Virtual Private Network (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/vpn" target="_blank">VPN</a>) adalah solusi koneksi private melalui jaringan publik. Dengan VPN maka kita dapat membuat jaringan (saluran) di dalam jaringan atau biasa disebut tunnel dan saluran (tunnel) yang kita buat dapat secara aman terenksripsi melewati jaringan tersebut.

contoh configure lewat terminal mikrotik:
<pre>/ interface ethernet
set ether1 name="ether1"

/ interface bridge
add name="lan" arp=proxy-arp

/ interface bridge port
add interface=ether1 bridge=lan

/ ip address
add address=192.168.0.1/24 interface=lan

/ ip dns
allow-remote-requests=yes

/ ip firewall service-port
set gre disabled=no
set pptp disabled=no

/ ip pool
add name="pptp" ranges=192.168.0.200-192.168.0.229

/ ppp profile
add name="pptp-in" local-address=192.168.0.1 remote-address=pptp \</pre>
<pre>use-encryption=required only-one=yes change-tcp-mss=yes \</pre>
<pre>dns-server=192.168.0.1

/ interface pptp-server server
set enabled=yes max-mtu=1460 max-mru=1460 \</pre>
<pre>authentication=chap,mschap1,mschap2 default-profile=pptp-in

/ ppp secret
add name="sony1" service=pptp password="cape_d" profile=pptp-in
add name="sony2" service=pptp password="cape_d" profile=pptp-in</pre>
Gambar Topology VPN

<a href="http://1.bp.blogspot.com/_Yb9QBVdTIsY/SZg6F3xTfnI/AAAAAAAAAZM/TBf52OX-nmw/s1600-h/pptp1.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt;float: left;width: 400px;height: 282px" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yb9QBVdTIsY/SZg6F3xTfnI/AAAAAAAAAZM/TBf52OX-nmw/s400/pptp1.jpg" border="0" alt="" /></a>

<img src="http://www.blogger.com/img/pptp1.jpg" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/networking/pptp-ke-server-mikrotik-vpnvirtual-private-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah satu ulama terkemuka di Banyuwangi</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/salah-satu-ulama-terkemuka-di-banyuwangi-ini-terkena/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/salah-satu-ulama-terkemuka-di-banyuwangi-ini-terkena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 10:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[KH. Mukhtar Syafaat Ulama Panutan Umat Salah satu ulama terkemuka di Banyuwangi ini terkenal dengan sikap dan perilaku yang menjadi panutan umat. Dialah KH Mukhtar Syafaat, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, BlokAgung, Jajag, Banyuwangi Suatu waktu, Kyai Dimyati (putra KH Ibrahim) mengalami jadzab (“nyleneh”). Ia mengusir Syafa’at dan kedua sahabatnya yang bernama Mawardi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>KH. Mukhtar Syafaat</h3>
<a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1979/2328/640/9645/KH%20Mukhtar%20Syafaat.jpg"><img src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1979/2328/320/516956/KH%20Mukhtar%20Syafaat.jpg" border="0" alt="" /></a>
Ulama Panutan Umat

Salah satu ulama terkemuka di Banyuwangi ini terkenal dengan sikap dan perilaku yang menjadi panutan umat. Dialah KH Mukhtar Syafaat, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, BlokAgung, Jajag, Banyuwangi

Suatu waktu, Kyai Dimyati (putra KH Ibrahim) mengalami jadzab (“nyleneh”). Ia mengusir Syafa’at dan kedua sahabatnya yang bernama Mawardi dan Keling. Ketiganya adalah santri yang dibencinya. Saat Kyai Syafa’at sedang mengajar, Kyai Dimyati (Syarif) melemparinya dengan maksud agar Syafa’at meninggalkan pondok. Akhirnya Syafa’at meningalkan Pondok Pesantren Jalen Genteng yang diikuti oleh salah satu santri yang bernama Muhyidin, santri asal Pacitan ke kediaman kakak perempuannya Uminatun yang terletak di Blokagung.
Selama di Blokagung ini, ia mulai mengajar di Musala milik kakak perempuanya itu. Mula-mula ia Al-Qur’an dan beberapa kitab dasar kepada para pemuda masyarakat sekitar dan akhirnya para santri yang dahulu menetap di Pondok Pesantren Jalen Genteng turut belajar di Musala kecil itu. Beberapa bulan kemudian, musala itu sudah tidak dapat menampung lagi para santri yang ingin belajar kepadanya. Akhirnya, tempat belajar pindah ke masjid milik Kyai Hamid yang berada tidak jauh dari musala.
Itulah sekilas latar belakang KH Muktar Syafaat Abdul Ghafur seorang ulama dan guru panutan umat. Ia lahir di dusun Sumontoro, Desa Ploso Lor, Kec Ploso Wetan, Kediri, 6 Maret 1919. Ia adalah putra keempat dari pasangan suami-isteri KH Abdul Ghafur dan Nyai Sangkep. Kalau dilihat dari silsilah keturunan, KH Mukhtar Syafa’at merupakan salah seorang keturunan pejuang dan ulama, dari silsilah ayahnya, yakni KH Mukhtar Syafa’at putra dari Syafa’at bin Kyai Sobar Iman bin Sultan Diponegoro III (keturunan prajurit Pangeran Diponegoro) dan garis ibu, yaitu Nyai Sangkep binti Kyai Abdurrohman bin Kyai Abdullah (keturunan prajurit Untung Suropati).
Sejak usia kanak-kanak (4 tahun), Syafa’at telah menunjukkan sikap dan perilaku cinta terhadap ilmu pengetahuan dan berkemauan keras mendalami agama Islam. Setiap sore hari, ia tekun mengaji ke mushola terdekat yang saat itu diasuh oleh Ustadz H. Ghofur. Dari sinilah ia mulai belajar membaca Al-Qur’an, tajwid dan Sulam Safinah. Pada tahun 1925 (usia 6 tahun), Syafa’at kemudian mengaji ke Kyai Hasan Abdi selama 3 tahun di desa Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi.
Selepas dikhitan pada tahun 1928, ia kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang saat itu diasuh oleh KH. Hasjim Asy’ari. Di pesantren ini, ia seperti umumnya santri-santri lain mendalami ilmu-ilmu agama Islam seperti Ilmu Nahwu, Shorof, Fiqih, Tafsir Al-Qur’an dan Akhlaq Tasawuf. Setelah 6 tahun menimba ilmu di Pondok Tebuireng, pada tahun 1936 ia diminta pulang oleh ayahnya agar saudaranya yang lain secara bergantian dapat mengenyam pendidikan pesantren.
Permintaan tersebut ditampiknya secara halus, karena ia ingin mendalami dan menguasai ilmu-ilmu pesantren. Atas saran salah satu kakaknya, yakni Uminatun (Hj. Fatimah) pada tahun 1937 ia akhirnya meneruskan studi ke Pondok Pesantren Minhajut Thulab, Sumber Beras, Muncar, Banyuwangi yang diasuh KH. Abdul Manan.
Selama menjadi santri di ponpes Minhajut Thulab, Syafa’at sering jatuh sakit. Setelah satu tahun, ia akhirnya pindah lagi ke Ponpes Tasmirit Tholabah yang diasuh oleh KH Ibrahim. Di pondok ini selain belajar, ia juga dipercaya oleh KH Ibrahim untuk mengajar ke santri lain. Di Pondok ini juga, Syafa’at mulai mengkaji ilmu-ilmu tasawuf, seperti belajar kitab Ihya Ulumiddin karya Syekh Imam Al-Ghozali.
Pemahaman ini tidak sebatas pelajaran teori saja, namun juga ia praktekan secara langsung seperti saat mandi, shalat fardhu, dan berhubungan dengan lain jenis. Saat mandi, ia tidak pernah menanggalkan seluruh pakaiannya, dan tidak pernah melihat auratnya. Selain itu, selama di Ponpes Tasmirit Tholabah ia senantiasa shalat berjamaah di masjid. Padahal, ia termasuk kriteria “santri kasab”, yaitu santri yang mondok sambil bekerja kepada masyarakat sekitar.
Selama masih menuntut ilmu dan merasa belum waktunya menikah, Mukhtar Syafa’at senantiasa memelihara diri dan menjaga jarak dengan hubungan lain jenis. Suatu hari, ia oleh teman-teman santri dijodoh-jodohkan dengan seorang gadis masyarakat sekitar Pondok Tasmirit Tholabah. Apa reaksinya? Ia justru bersikap dan berperilaku layaknya orang gila dengan cara memakai pakaian yang tidak wajar. Dengan demikian, gadis yang dijodoh-jodohkan tersebut beranggapan bahwa Syafa’at adalah benar-benar gila, dan praktis keberatan bila dijodohkan.
Pengembaraan kyai Syafaat dalam menuntut ilmu adalah perjalanan panjang yang menuntut perjuangan, ketabahan hati dan pengorbanan. Ia seringkali dalam situasi dan kondisi yang memprihatinkan. Salah seorang sahabatnya ketika belajar di Ponpes Tasmirit Tholabah, KH Mu’allim Syarkowi menuturkan keadaannya,”KH Syafa’at(Alm) ketika belajar di Pondok Tasmirit Tholabah, Jalan Genteng Banyuwangi, sangatlah menderita. Ia sering jatuh sakit, terutama penyakit kudis (gudik). Disamping itu, ia tidak mendapat kiriman dari orang tuanya sehingga harus belajar sambil bekerja. Apabila musim tanam dan musim panen tiba, kami harus mendatangi petani untuk bekerja. Pagi-pagi benar kami harus sudah berangkat dan menjelang Dzuhur kami baru pulang. Sedangkan malam hari kami gunakan untuk belajar mengaji.”
Walaupun dalam kondisi yang memprihatinkan, Kyai Syafa’at tetap bersikeras untuk mendalami ilmu-ilmu agama Islam. Semasa masa pendudukan Jepang antara tahun 1942-1945, ia juga turut berperan aktif dalam bela negara dan merebut kemerdekaan RI.Oleh teman-teman seperjuangan, ia diangkat sebagai juru fatwa dan sumber ide dalam penyerangan. Setiap akan melangkah, mereka meminta pertimbangan dahulu kepada Syafa’at.
Pada jaman pendudukan Jepang, Syafa’at tidak luput dari gerakan Dai Nippon Jepang yang bernama Hako Kotai, yaitu gerakan pemerasan terhadap harta, jiwa dan harta bangsa Indonesia demi kemenangan Perang Asia Timur Raya. dalam gerakan ini, Syafa’at diwajibkan mengikuti kerja paksa selama 7 hari di Tumpang Pitu (pesisir laut pantai selatan teluk Grajagan dan Lampon). Ia dipekerjakan sebagai penggali parit perlindungan tentara Jepang.
Saat Belanda mendarat di pelabuhan Meneng, Sukowati, Banyuwangi Syafa’at tidak tinggal diam. Ia bergabung dalam Barisan Keamanan Rakyat yang dipimpin Kapten Sudarmin. Syafa’at juga turut aktif melakukan penyerbuan ke kamp-kamp tentara Belanda saat perang gerilya dengan bergabung dalam Font Kayangan Alas Purwo dan Sukamande kecamatan Pesangaran yang dipimpin Kyai Muhammad dan Kyai Musaddad.
Lepas dari alam penjajahan Jepang dan Belanda, tepatnya pada tahun 1949 ia mulai merintis berdirinya Pesantren Darussalam. Setelah melalui perjuangan yang berat, pesantren Darussalam akhirnya berkembang dari waktu ke waktu dan jumlah santrinya pun semakin bertambah banyak. Ini tak lepas dari sosok pendiri dan pengasuh pesantren KH Syafa’at yang menjadi sosok teladan sekaligus panutan umat.
Ia juga kerap dimintai pertolongan untuk melakukan pengobatan masyarakat. Dengan cara menulis lafadz Ya’lamuuna, selepas itu pada huruf ‘Ain ditancapkan paku sambil dipukul palu. Sesekali KH Syafa’at menanyai pasien, apakah masih sakit atau tidak. Kalau masih sakit, dipukul lagi dan jika makin parah maka pada huruf Mim juga akan ditancapkan paku dan dipukul lagi sebagaimana huruf ‘Ain. Konon, pengobatan tradisional ini banyak melegakan pasien. Selain itu, ia juga sering dimintai untuk mengobati dan menangkal gangguan santet dan sejenisnya. Sehingga rumahnya kerap dikunjungi para tamu dari berbagai daerah. “Kalau kalian mengetahui ada tamu, maka beri tahu saya. Kalau saya tidak ada atau bepergian, silahkan tamu tersebut singgah ke rumah barang sejenak dan hormatilah mereka dengan baik. Kemudian, pintu rumah jangan ditutup sebelum jam 22.00,” demikian pesan KH. Syafa’at kepada keluarga dan para santri.
KH Syafaat juga dikenal sebagai pribadi yang penuh kesedehanaan, qanaah, teguh menjaga muru’ah (harga diri) dan luhur budinya. Ia tidak pernah merasa rendah di hadapan orang-orang yang kaya, apalagi sampai merendahkan diri pada mereka dan ia tidak malas beribadah karena kefakirannya. Bahkan jika disedekahi harta, ia tidak mau menerima. Sekalipun diterima itu pun hanya sebatas yang diperlukan saja, tidak tamak untuk mengumpulkannya.
Bahkan Kyai Sya’aat dikenal punya semangat memberi dan memuaskan setiap orang yang datang kepadanya. Pernah suatu saat Kyai Syafa’at akan berangkat Haji, terlebih dahulu ia berziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya. Lepas dari komplek makam, ia bertemu dengan ratusan pengemis dan ia memberikan shodaqah kepada para pengemis di sekitar makam sampai uangnya habis. Bahkan karena sebagian pengemis itu tidak kebagian, ia kemudian menyuruh salah satu santrinya untuk mencarikan hutangan sejumlah empat juta rupiah kepada Masyhuri di Surabaya untuk disedekahkan kepada para pengemis yang tidak kebagian.
Tidak hanya itu, sering uang bisyaroh selepas mengisi pengajian di banyak tempat di berikan langsung kepada orang-orang yang tidak dikenalnya, tanpa menghitung jumlah uang yang diterimanya. Selain dermawan akan harta dan ilmu, KH Syafa’at dikenal seorang ulama yang wira’i ( menjaga kehormatan).
Suatu ketika Kyai bepergian dengan ditemani oleh salah satu sopir, H Mudhofar, sampai di Karangdoro mobilnya rusak (mogok). Akhirnya mobil dibenahi dan oleh H. Mudhofar diambilkan batu bata untuk mengganjal mobil, di salah satu perumahan penduduk. Setelah selesai, mobil berjalan dan KH Syafa’at bertanya,”Batu bata itu milik siapa? Kalau punya orang, kembalikan!” Akhirnya mobil berhenti dan batu bata tersebut oleh H. Mudhofar dikembalikan ke tempatnya semula.
Selain aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, KH. Syafa’at juga aktif dalam Jami’ah Keagamaan Nahdlatul Ulama. Tercatat, ia pernah menjadi pengurus dari tingkat ranting sampai cabang. Jabatan terakhirnya adalah sebagai salah satu Mustasyar wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
KH Syafaat pada hari Jumat malam, 1 Februari 1991 (17 Rajab 1411 H) dengan meninggalkan 14 anak (10 putra, 4 putri) dari perkawinannya dengan Nyai Siti Maryam dan 7 anak (4 putra, 3 putri) dari perkawinannya dengan Nyai Hj Musyarofah. Jenazah setelah disemayamkan di rumah duka dan dishalati oleh mu’aziyin sampai 17 kali kemudian dimakamkan komplek makam keluarga, sekitar 100 meter arah utara dari Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Sumber http://ajisetiawan.blogspot.com/2007/01/kh-mukhtar-syafaat.html]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/salah-satu-ulama-terkemuka-di-banyuwangi-ini-terkena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>belajar seo,banyuwangi bergoyang,banyuwangi mesum,banyuwangi hacking,banyuwangi hot,banyuwangi skandal</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/articles/belajar-seobanyuwangi-bergoyangbanyuwangi-mesumbanyuwangi-hackingbanyuwangi-hotbanyuwangi-skandal/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/articles/belajar-seobanyuwangi-bergoyangbanyuwangi-mesumbanyuwangi-hackingbanyuwangi-hotbanyuwangi-skandal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 08:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[tes keyword jorok,belajar seo,banyuwangi bergoyang,banyuwangi mesum,banyuwangi hacking,banyuwangi hot,banyuwangi skandal,asyemm tenan di google and yahoo banyak yang nyari keyword keyword mesum,bugil, byuhhh eramm banyuwangi terkenal dengan budaya dan wisata nya yang beraneka ragam,kemaren waktu aq instalasi wirelles di kawasan uluwatu bali,ada  iklan ke g-land banyuwangi dengan photo yang guede hehehehee..di banyuwangi sendiri malah gak pernah kutemui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[tes keyword jorok,belajar seo,banyuwangi bergoyang,banyuwangi mesum,banyuwangi hacking,banyuwangi hot,banyuwangi skandal,asyemm tenan di google and yahoo banyak yang nyari keyword keyword mesum,bugil, byuhhh eramm

banyuwangi terkenal dengan budaya dan wisata nya yang beraneka ragam,kemaren waktu aq instalasi wirelles di kawasan uluwatu bali,ada  iklan ke g-land banyuwangi dengan photo yang guede hehehehee..di banyuwangi sendiri malah gak pernah kutemui se gede ini]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/articles/belajar-seobanyuwangi-bergoyangbanyuwangi-mesumbanyuwangi-hackingbanyuwangi-hotbanyuwangi-skandal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RADMIN,Remote untuk mengontrol PC client</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/networking/radminremote-untuk-mengontrol-pc-client/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/networking/radminremote-untuk-mengontrol-pc-client/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 07:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[radmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini untuk menerangkan cara pembuatan Remote untuk mengontrol PC client , dimana akan kita ambil contoh penginstalan software RADMIN [ remote admin ] karena software itu paling sering digunakan oleh kita semua [ btw penulis nyubi habis ], Btw langsung aja kita coba lakukan install remote oleh software RADMIN version 3. [ baru sempet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tulisan ini untuk menerangkan cara pembuatan Remote untuk mengontrol PC client , dimana akan kita ambil contoh penginstalan software RADMIN [ remote admin ] karena software itu paling sering digunakan oleh kita semua [ btw penulis nyubi habis ],

Btw langsung aja kita coba lakukan install remote oleh software RADMIN version 3.
[ baru sempet buat tutornya , maklum Sibuk ]
<p class="MsoNormal">Siapkan Samsu + Kopi + Pecel Lele, btw langsung menuju situs radmin yang terletak di <a href="http://www.famatech.com/index.php?r1=radmin&amp;r2=helpfile&amp;r3=30_home" target="_blank">www.famatech.com</a>, ambil versi trial untuk 30 hari [ Full Lisensi cari di Google ] ,</p>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/1.gif" alt="" width="588" height="335" />

Disana nanti ada 2 buah file yaitu rserv30 dan rview30, untuk melihat client kita install rview30 dan untuk target kita install rserv30, btw langung install rview30 di depan computer kita, lihat hasil installan dibawah ini jalankan

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/2.gif" alt="" />

<span style="font-size: 12px;font-family: 'Times New Roman'">Setelah </span><span style="font-size: 12px;font-family: 'Times New Roman'">Beres, kemudian beralih ke pc target install rserv30 di pc target , kemudian
jalankan software tersebut</span>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/4.gif" alt="" />

kita bisa setting konfigurasi dari menu target , cek satu persatu,
Startup mode untuk menjalankan remote dari stealth, <span> </span>biarkan saja akan berjalan secara otomatis, Option untuk mensetting port yang akan digunakan, chatt config, log history, dll, untuk port harus setting dari client dan server, contoh option liat dibawah ini

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/11.gif" alt="" />
<p class="MsoNormal">Permission untuk melakukan setting password, yang berfungsi untuk memberikan keamanan kepada server<span> </span>[ kerennya mah orang biar ga tahu kalo buka radmin view ],</p>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/5.gif" alt="" />
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 0pt"><span style="font-size: 12px;font-family: 'Times New Roman'">ada 2 security mode , Radmin security berbasis Win9x, dan Windows NT security
untuk berbasis Win2k [ Server NT ], btw kita setting yang umum aja , pakai radmin security , klik permissions</span></span>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/6.gif" alt="" />

Isi nama dan password , terserah , kemudian klik OK, kemudian klik All access maka kita dapat melakukan control penuh terhadap target

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/7.gif" alt="" />
<p class="MsoNormal">Nah setelah kita selesai setting, maka kita coba melakukan koneksi ke pc target [ wedew kesannya serem banget ]</p>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/13.gif" alt="" />
<p class="MsoNormal">untuk mengetahui IP target anda dapet lakukan dengan cara melihat properti di My Network Places dengan klik kanan kemudian klik kanan Local Area Connection, lihat Internet Protocol [ TCP /IP ] ga susah , daripada make under DOS [ kan belajar simple dan praktis ] <span style="font-family: Wingdings"><span>J</span></span>.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah dapat silakan anda tambahkan di dalam kolom RadminView add IP target kemudian klik ok [ akan nampak hasilnya seperti diatas ], trus anda tinggal arahkan mau diapakan tuh pc target bisa Full Control, ViewControl, Chatt, telnet, File transfer , Restat, ShutDown, Dll pokoknya ada semua <span style="font-family: Wingdings"><span>J</span></span>, nah untuk masuk ke pc target akan diminta password dan user [ ini user dan password yang tadi kita setting ] mengapa memakai password ? jawabannya simple agar orang lain selain bukan anda tidak bisa melihat –lihat pc yang kita remote tadi.</p>
<p class="MsoNormal">Dibawah ini merupakan hasil dari monitoring client, kita bisa lakukan remote untuk bermacam2 keperluan<span> </span><span style="font-family: Wingdings"><span>J</span></span></p>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/18.gif" alt="" />

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/19.gif" alt="" />

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/20.gif" alt="" />
<p style="margin-bottom: 0cm">untuk pemakaian default RADMIN menggunakan port 4899, nah untuk mematikan secara darurat bisa dengan menghidupkan firewall di pc target , maka akan otomatis port 4899 terblock yang menyebabkan koneksi dari server ke client mati [ remotenya tidak bisa hidup ]</p>
<p style="margin-bottom: 0cm"><img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/23.gif" alt="" width="519" height="374" /></p>

<img src="http://www.sekuritionline.net/images/radmin/24.gif" alt="" />

selamat mencoba
<p style="margin-bottom: 0cm"></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/networking/radminremote-untuk-mengontrol-pc-client/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mbah datuk ibrahim Banyuwangi</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/articles/mbah-datuk-ibrahim-banyuwangi/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/articles/mbah-datuk-ibrahim-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:02:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[siapa seh mbah datuk ibrahim ? konon mbah datuk ibrahim salah satu diantara penyebar agama islam di tanah Blambangan yang sekarang Banyuwangi temen-temen yang tahu ama sosok ini mohon infonya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[siapa seh mbah datuk ibrahim ? konon mbah datuk ibrahim salah satu diantara penyebar agama islam di tanah Blambangan yang sekarang Banyuwangi temen-temen yang tahu ama sosok ini mohon infonya]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/articles/mbah-datuk-ibrahim-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dolan neng pondok minhajut thullab</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/articles/dolan-neng-pondok-minhajut-thullab/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/articles/dolan-neng-pondok-minhajut-thullab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 15:49:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[dolan neng pondok mbrasan (MINHAJUT THULLAB)karena mencari kakakku (kang anam) gak ada dirumahnya abiss klo dikampung mau curhat cocoknya ma dia entah masalah cewek atau masalah kehidupan sehari-hari, setelah tak call ke hpnya beneran dia lagi pondok dia bilang...klo kamu mau ke pondok langsung masuk aja, wiiiiiwww emang sudah agak larut malam seh jam 23,00wib,setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[dolan neng pondok mbrasan (MINHAJUT THULLAB)karena mencari kakakku (kang anam) gak ada dirumahnya abiss klo dikampung mau curhat cocoknya ma dia entah masalah cewek atau masalah kehidupan sehari-hari, setelah tak call ke hpnya beneran dia lagi pondok dia bilang...klo kamu mau ke pondok langsung masuk aja, wiiiiiwww emang sudah agak larut malam seh jam 23,00wib,setelah nyampek sana tak caal lagi ehh.. malah yang nerima orang lain,

santri        :    mas anam lagi di kamar mandi

saya         :  aq masuk lewat mana nihh

santri       :  tunggu aja di depan aq jemput

saya        <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> k deh

kemudian keluar lah temenya kakakku (santri) dan mengajak saya masuk dan saya bersalaman dengan beberapa santri yang kebetulan di kamar itu...lupa aq sapa namanya hahahahaha,setelah duduk dan tanpa sungkan aq bercerita kepada kakakku (kang anam) tentang masalah percintaan yang kuhadapi dan didenger oleh semua yang berada dikamar itu....mereka semua tertawa <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/kucing_ngakak.gif' alt=':a10:' class='wp-smiley' />   mendengar ceritaku kekekekeke, di zaman gini kok masih ada kisah seperti yang kuceritakan hahahahahaha <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/kucing_tolong.gif' alt=':a1:' class='wp-smiley' />  cerita apa seh...ada deh dan sudah bubar sekarang

setelah tidur di kamar pondok beralaskan tikar dengan memakai bantal terbuat dari kayu besok paginya aq pulang sama kakakku ke rumah sambil mampir dolo ke ladang jeruk milik ponpes (pondok pesantren) kembali aq membahas perihal tadi malam sama kakakku,dan alangkah terkejutnya aq ketika di kasih tau bahwa yang menjemputku di luar pondok dan mengajakku masuk ternyata bukanlah cuman santri tetapi dia adalah...anak dari abah kyai pengasuh ponpes minhajut thullab,duh seingatku tadi malam aq sama sekali gak menganggapnya seorang gus  (anak pak kyai) tapi seperti temenku sendiri hehehehe...maaf yaa gus pisss  <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/kucing_ngakak.gif' alt=':a10:' class='wp-smiley' />   klo sudah tau gini kan lain kali aq ati2 klo ngomong hehehehehehe]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/articles/dolan-neng-pondok-minhajut-thullab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ke makam mbah wasil setono gedong</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/ke-makam-mbah-wasil-setono-gedong/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/ke-makam-mbah-wasil-setono-gedong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 13:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<category><![CDATA[mbah wasil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Mbah Wasil, kata KH Muhajir, adalah wali asal negeri Persia, merupakan orang pertama yang membawa agama Islam ke Kediri. Masa hidup Mbah Wasil setara dengan hidup pujangga Jawa ternama, Prabu Jayabaya yang petilasannya berada di Pamenang Kediri. Dua orang itu, meskipun mempunyai ajaran yang berbeda, selama ini mendapat perlakuan istimewa tidak hanya dari warga Kediri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-size: x-small;font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif">Mbah Wasil, kata KH Muhajir, adalah wali asal negeri Persia, merupakan orang pertama yang membawa agama Islam ke Kediri. Masa hidup Mbah Wasil setara dengan hidup pujangga Jawa ternama, Prabu Jayabaya yang petilasannya berada di Pamenang Kediri. Dua orang itu, meskipun mempunyai ajaran yang berbeda, selama ini mendapat perlakuan istimewa tidak hanya dari warga Kediri, tapi juga dari seluruh penjuru dunia. Mereka dianggap sesepuh wilayah Kediri. Makam Mbah Wasil dan Masjid Setono Gedong, oleh Pemkot Kediri telah ditetapkan sebagai situs arkeologi yang harus dilestarikan dan mendapatkan penjagaan utama. Begitu pula petilasan Prabu Jayabaya di wilayah Pamenang, Kabupaten Kediri. </span>

malam jumat ini sudah ku jadwalkan akan ziarah ke makam mbah wasil di setono gedong,klo dari rumah bibikku naik sepeda ontel dolo ke jalan raya,trus naik bus turun alun-alun kota kediri bayar 1000rupiah trus jalan kaki aja menyusuri trotoar lumayan jauh seh ada hampir 1kilo tapi daripada bayar becak mending ntar malem pakek beli nasi pecel di depan masjid setono gedong...maklum duit nipis bro <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/black_money.png' alt=':b2:' class='wp-smiley' /> 

sesampainya di masjid setono gedong sudah ramai para peziarah yang akan mengikuti pembacaan manakib yang akan dipimpin oleh seorang imam...namanya lopa,ehm pokoknya rasanya bener-bener adem ayem di kawasan ini penuh dengan orang yang sedang bertasbih,selain makam mbah wasil peziarah juga terlihat berada di makam sekitarnya yang konon juga para wali selain wali songo yang sudah terkenal dan kusempatkan juga mampir di makam sunan penanggungan yang berada deket makam mbah wasil dan setelah agak capek dan ngantuk...saya langsung beli kopi dan pisang goreng yang masih panas yang berada di deket masjid setono gedong

sambil makan pisang goreng ma kopi...tiba-tiba ....ada yang menyapaku

penjaga makam:     asli saking pundi mas? = asli dari mana mas

saya                  :     kulo saking banyuwangi =saya dari banyuwangi

penjaga makam :  ohh tebih injih,ehm..manggone dateng pundi? jauh yaa...tinggalnya dimana

saya                   : injih,bibik kulo wonten gurah mriki =iyaa,bibik saya di gurah mriki

penjaga makam : manggut-manggut sambil makan pisang goreng

karna saya sering ketemu ma dia setiap kali ke setono gedong maka kita pun akrab banget malahan kopi ma pisang goreng sering di bayarin ma dia wowkowkwowkw termasuk makan nasi pecel di lesehan depan suatu ketika aq mengutarakan ingin masuk ke salah satu makam yang sering aq lirik setiap kali aq melangkah ke makam mbah wasil...ada sebuah makam yang dikelilingi tembok sekitar 2meter danpintunya selalu digembok...makam siapa yaa aq penasaran ingin ziarah kesana,setelah kutanya ke penjaga yang sudah akrab denganku klo kamu mau masuk bisa aja tapi resiko tanggung sendiri...hehehehehe aq ketawa kecil ,setelah aq jelaskan bahwa aq cuman ingin tau aja dan kirim al fatehah saja supaya penasaranku ilang..siapa seh yang punya makam di balik tembok ini,aq kan sering kemari dan niatku cuman tawassulan aja katanya klo kita deket dengan para kyai para wali insyaalloh selamat dunia akherat..sapa seh yang gak pingin selamet dunia dan akherat

akhirnya aq di izinkan masuk bareng bersama rombongan yang mau masuk kesitu juga kira2 jumlahnya 8 orang...ehm bener-bener deh seruuu abiss ,makam nya gelap dan tak seorangpun bicara hehehehe sedikit merinding jadinya aq,bener bener melatih keberanianku dan pada saat itu aq hampir gk punya rasa takut, laa wong udah sering ketiduran di makam mbah wasil...waktu kapan hari,

kurang lebih setengah jam aq berada di dalam setelah membaca ayat kursi dengan dipandu oleh temenku (penjaga makam) kita keluar dari makam itu dan minum kopi di tempat biasa,kutanyakan padanya siapakah mbah yang berada dalam makam...sambil sedot rokok dia menjawab,itu adalah makam mbah sunan amangkurat ...ohhh sambil manggut-manggut apa mungkin ada hubunganya dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Tegal_Arum">sosok ini
</a>

<span style="font-size: x-small;font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif">
</span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/religius/ziarah/ke-makam-mbah-wasil-setono-gedong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CAK NUN Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/articles/cak-nun-bersama-grup-musik-kiai-kanjeng/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/articles/cak-nun-bersama-grup-musik-kiai-kanjeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 12:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Emha Ainun Nadjib. Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini mengaku seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="photoleft floatleft"><img style="border: 1px solid #000000" src="http://tokoh.okezone.com/images-data/content/2008/02/13/157/83235/H68a7x4Dyb.jpg" alt="" width="248" height="319" /></div>
<!-- END PHOTO CONTENT -->
<div><strong>Emha Ainun Nadjib</strong>. Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini mengaku seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.

Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.

Dalam berbagai forum komunitas Masyarakat Padang Bulan itu, pembicaraan mengenai pluralisme sering muncul. Berkali-kali Cak Nun yang menolak dipanggil kiai itu meluruskan pemahaman mengenai konsep yang ia sebut sebagai manajemen keberagaman itu.

Dia selalu berusaha meluruskan berbagai salah paham mengenai suatu hal, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual. Salah satunya mengenai dakwah, dunia yang ia anggap sudah terpolusi. Menurutnya, sudah tidak ada parameter siapa yang pantas dan tidak untuk berdakwah.

"Dakwah yang utama bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah," katanya.

Karena itulah ia lebih senang bila kehadirannya bersama istri dan kelompok musik Kiai Kanjeng di taman budaya, masjid, dan berbagai komunitas warga tak disebut sebagai kegiatan dakwah. "Itu hanya bentuk pelayanan. Pelayanan adalah ibadah dan harus dilakukan bukan hanya secara vertikal, tapi horizontal," ujarnya.

Emha merintis bentuk keseniannya itu sejak akhir 1970-an, bekerja sama dengan Teater Dinasti -- yang berpangkalan di rumah kontrakannya, di Bugisan, Yogyakarta. Beberapa kota di Jawa pernah mereka datangi, untuk satu dua kali pertunjukan.

Selain manggung, ia juga menjadi kolumnis. Emha anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Almarhum MA Lathif, adalah seorang petani. Dia mengenyam pendidikan SD di Jombang (1965) dan SMP Muhammadiyah di Yogyakarta (1968). Sempat masuk Pondok Modern Gontor Ponorogo tapi kemudian dikeluarkan karena melakukan demo melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya.

Kemudian pindah ke SMA Muhammadiyah I, Yogyakarta sampai tamat. Lalu sempat melanjut ke Fakultas Ekonomi UGM, tapi tidak tamat. Lima tahun (1970-1975) hidup menggelandang di Malioboro, Yogya, ketika belajar sastra dari guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha berikutnya.

Karirnya diawali sebagai Pengasuh Ruang Sastra di harian Masa Kini, Yogyakarta (1970). Karirnya menanjak dan menjadi Wartawan/Redaktur di harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976), sebelum menjadi pemimpin Teater Dinasti (Yogyakarta), dan grup musik Kyai Kanjeng hingga kini.

Penulis puisi dan kolumnis di beberapa media. Ia juga mengikuti berbagai festival dan lokakarya puisi dan teater. Di antaranya mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, AS (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).

Karya Seni Teater Cak Nun memacu kehidupan multi-kesenian di Yogya. Bersama Halimd HD, networker kesenian melalui Sanggarbambu, aktif di Teater Dinasti dan mengasilkan beberapa reportoar serta pementasan drama.

Di antaranya: Geger Wong Ngoyak Macan (1989, tentang pemerintahan `Raja` Soeharto); Patung Kekasih (1989, tentang pengkultusan); Keajaiban Lik Par (1980, tentang eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern); Mas Dukun (1982, tentang gagalnya lembaga kepemimpinan modern).

Selain itu, bersama Teater Salahudin mementaskan Santri-Santri Khidhir (1990, di lapangan Gontor dengan seluruh santri menjadi pemain, serta 35.000 penonton di alun-alun madiun). Lautan Jilbab (1990, dipentaskan secara massal di Yogya, Surabaya dan Makassar); dan Kiai Sableng dan Baginda Faruq (1993). Juga mementaskan Perahu Retak (1992, tentang Indonesia Orba yang digambarkan melalui situasi konflik pra-kerajaan Mataram, sebagai buku diterbitkan oleh Garda Pustaka), di samping Sidang Para Setan, Pak Kanjeng, Duta Dari Masa Depan.

Dia juga termasuk kreatif dalam menulis puisi. Terbukti, dia telah menerbitkan 16 buku puisi: "M" Frustasi (1976); Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978); Sajak-Sajak Cinta (1978); Nyanyian Gelandangan (1982); 99 Untuk Tuhanku (1983); Suluk Pesisiran (1989); Lautan Jilbab (1989); Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990); Cahaya Maha Cahaya (1991); Sesobek Buku Harian Indonesia (1993); Abacadabra (1994); dan Syair Amaul Husna (1994) Selain itu, juga telah menerbitkan 30-an buku esai, di antaranya: Dari Pojok Sejarah (1985); Sastra Yang Membebaskan (1985); Secangkir Kopi Jon Pakir (1990); Markesot Bertutur (1993); Markesot Bertutur Lagi (1994); Opini Plesetan (1996); Gerakan Punakawan (1994); Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996); Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994); Slilit Sang Kiai (1991); Sudrun Gugat (1994); Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995); Bola- Bola Kultural (1996); Budaya Tanding (1995); Titik Nadir Demokrasi (1995); Tuhanpun Berpuasa (1996); Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997); Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997); Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997); 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998); Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998); Kiai Kocar Kacir (1998); Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998); Keranjang Sampah (1998); Ikrar Husnul Khatimah (1999); Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000); Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000); Menelusuri Titik Keimanan (2001); Hikmah Puasa 1 &amp; 2 (2001); Segitiga Cinta (2001); "Kitab Ketentraman" (2001); "Trilogi Kumpulan Puisi" (2001); "Tahajjud Cinta" (2003); "Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun" (2003); Folklore Madura (2005); Puasa ya Puasa (2005); Kerajaan Indonesia (2006, kumpulan wawancara); Kafir Liberal (2006); dan, Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006).

Pluralisme Cak Nun bersama Grup Musik Kiai Kanjeng dengan balutan busana serba putih, ber-shalawat (bernyanyi) dengan gaya gospel yang kuat dengan iringan musik gamelan kontemporer di hadapan jemaah yang berkumpul di sekitar panggung Masjid Cut Meutia.

Setelah salat tarawih terdiam, lalu sayup-sayup terdengar intro lagu Malam Kudus. Kemudian terdengar syair, "Sholatullah salamullah/ 'Ala thoha Rasulillah/ Sholatullah salamullah/ Sholatullah salamullah/ 'Ala yaasin Habibillah/ 'Ala yaasin Habibillah..." Tepuk tangan dan teriakan penonton pun membahana setelah shalawat itu selesai dilantunkan.

"Tidak ada lagu Kristen, tidak ada lagu Islam. Saya bukan bernyanyi, saya ber-shalawat," ujarnya menjawab pertanyaan yang ada di benak jemaah masjid.

Tampaknya Cak Nun berupaya merombak cara pikir masyarakat mengenai pemahaman agama. Bukan hanya pada Pagelaran Al Quran dan Merah Putih Cinta Negeriku di Masjid Cut Meutia, Jakarta saat itu, ia juga melakukan hal-hal yang kontroversial.

Dalam berbagai komunitas yang dibentuknya, oase pemikiran muncul, menyegarkan hati dan pikiran. Perihal pluralisme, sering muncul dalam diskusi Cak Nun bersama komunitasnya. "Ada apa dengan pluralisme?" katanya.

Menurut dia, sejak zaman kerajaan Majapahit tidak pernah ada masalah dengan pluralisme. "Sejak zaman nenek moyang, bangsa ini sudah plural dan bisa hidup rukun. Mungkin sekarang ada intervensi dari negara luar," ujar Emha.

Dia dengan tegas menyatakan mendukung pluralisme. Menurutnya, pluralisme bukan menganggap semua agama itu sama. Islam beda dengan Kristen, dengan Buddha, dengan Katolik, dengan Hindu.

"Tidak bisa disamakan, yang beda biar berbeda. Kita harus menghargai itu semua," tutur budayawan intelektual itu.</div>
<strong> (Puslitbang Sindo//kem)</strong>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/articles/cak-nun-bersama-grup-musik-kiai-kanjeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>speedy banyuwangi pakek mikrotik</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/networking/speedy-banyuwangi-pakek-mikrotik/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/networking/speedy-banyuwangi-pakek-mikrotik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 20:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[mikrotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[iseng-iseng malam ini oprek pc ku kupikir2 nih lumayan pakek router nanti di banyuwangi klo aq jadi bikin warnet tinggal taruh aja...pakek speedy tentunya berikut uji cobak pc bosokku tak kasih mikrotik 29.27 Sebelumnya saya gambarkan dulu skema jaringannya: LAN —&#62; Mikrotik RouterOS —&#62; Modem ADSL —&#62; INTERNET Untuk LAN, kita pake kelas C, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[iseng-iseng malam ini oprek pc ku kupikir2 nih lumayan pakek router nanti di banyuwangi klo aq jadi bikin warnet tinggal taruh aja...pakek speedy tentunya berikut uji cobak pc bosokku tak kasih mikrotik 29.27
Sebelumnya saya gambarkan dulu skema jaringannya:
LAN —&gt; Mikrotik RouterOS —&gt; Modem ADSL —&gt; INTERNET
Untuk LAN, kita pake kelas C, dengan network 192.168.0.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 - 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 - 192.168.0.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.
Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”
Set IP untuk masing²ethernet card
ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2
Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:
ip address print
Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar
ping 192.168.1.1
ping 192.168.0.10
Menambahkan Routing
ip route add gateway=192.168.1.1
Setting DNS
ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
Karena koneksi ini menggunakan Speedy dari Telkom, maka DNS yg aq pake ya punya Telkom. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.
Setelah itu coba Anda lakukan ping ke yahoo.com misalnya:
ping yahoo.com
Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar
Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada Mikrotik.
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
Sekarang coba lakukan ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN
ping yahoo.com
Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar
DHCP (DynamicHost Configuration Protocol)
Karena alasan supaya praktis, temenku pengin pake DHCP Server. Biar klo tiap ada klien yang konek, dia ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya Mikrotik ini juga ada fitur DHCP Servernya. Jadi ya ga ada masalah..
Membuat IP Address Pool
ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.254
Menambahkan DHCP Network
ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
Menambahkan Server DHCP
ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
Sekarang coba lakukan testing dari komputer klien, untuk me-request IP Address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi, settingannya udah bener
Bandwidth Control
Agar semua komputer klien pada LAN tidak saling berebut bandwidth, maka perlu dilakukan yg namanya bandwidth management atau bandwidth control
Model yg saya gunakan adalah queue trees. Untuk lebih jelas apa itu, silahkan merujuk ke situsnya Mikrotik
Kondisinya seperti ini:
Koneksi Speedy kan katanya speednya sampe 384/64 Kbps (Download/Upload), nah kondisi itu sangat jarang tercapai. Jadi kita harus cari estimasi rata²nya. Maka saya ambil minimalnya untuk download bisa dapet sekitar 300 Kbps dan untuk upload aq alokasikan 50 Kbps. Sedangkan untuk yg maksimumnya, untuk download kira² 380 Kbps dan upload 60 Kbps.
Lalu, jumlah komputer klien yang ada saat ini adalah 10 buah. Jadi harus disiapkan bandwidth itu untuk dibagikan kepada 10 klien tersebut.
Perhitungan untuk masing² klien seperti ini:
Minimal Download: 300 / 10 * 1024 = 30720 bps
Maximal Download: 380 / 10 * 1024 = 38912 bps
Minimal Upload: 50 / 10 * 1024 = 5120 bps
Maximal Upload: 60 / 10 * 1024 = 6144 bps
Selanjutnya kita mulai konfigurasinya:
Tandai semua paket yg asalnya dari LAN
ip firewall mangle add src-address=192.168.0.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=Clients-con chain=prerouting
ip firewall mangle add connection-mark=Clients-con action=mark-packet new-packet-mark=Clients chain=prerouting
Menambahkan rule yg akan membatasi kecepatan download dan upload
queue tree add name=Clients-Download parent=ether2 packet-mark=Clients limit-at=30720 max-limit=38912
queue tree add name=Clients-Upload parent=ether1 packet-mark=Clients limit-at=5120 max-limit=6144
Sekarang coba lakukan test download dari beberapa klien, mestinya sekarang tiap2 klien akan berbagi bandwidthnya. Jika jumlah klien yg online tidak sampai 10, maka sisa bandwidth yang nganggur itu akan dibagikan kepada klien yg online.
Graphing
Mikrotik ini juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat berapa banyak paket yg dilewatkan pada PC Mikrotik kita.
tool graphing set store-every=5min
Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket² yg lewat semua interface yg ada di PC Mikrotik kita, klo di komputerku ada ether1 dan ether2.
tool graphing interface add-interface=all store-on-disk=yes
Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router Mikrotik. Klo aq di sini:
http://192.168.0.1/graphs/
Nanti akan ada pilihan interface apa aja yg ada di router Anda. Coba klik salah satu, maka Anda akan bisa melihat grafik dari paket2 yg lewat pada interface tersebut.
Dari tutorial diatas saya cuma sampai mengambil langkah pada setting penambahan NAT ( masquerade ) saja. Karena menurut saya DHCP yang sifatnya berubah ubah jadi nanti saat mau limit BW nya terkadang ip tidak sama. CMIIW. dan untuk setting limit saya melakukannya pada remote winbox yang lebih mudah, nah pertanyaan untuk saya sendiri. Kapan graph tool nya kamu install nak ? hehehhee... ok semoga berguna semuanya.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/networking/speedy-banyuwangi-pakek-mikrotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bisnis warnet and game online</title>
		<link>http://elyas.laros.or.id/articles/bisnis-warnet-and-game-online/</link>
		<comments>http://elyas.laros.or.id/articles/bisnis-warnet-and-game-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 18:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elyas.laros.or.id/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[untuk terjun ke bisnis perlu modal yang cukup lumayan...sebenernya aq sendiri punya impian seperti ini cuman sekedar di angan-angan aq cobak tuliskan tips and trik ,setelah menemui mbah google sebagai mbah dukun saya yang senantiasa membantu saya sampai bisa ngetik seperti ini 1. Lokasi Ini sangat penting dan vital banget klo mau usaha Anda berjalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[untuk terjun ke bisnis perlu modal yang cukup lumayan...sebenernya aq sendiri punya impian seperti ini cuman sekedar di angan-angan aq cobak tuliskan tips and trik ,setelah menemui mbah google sebagai mbah dukun saya yang senantiasa membantu saya sampai bisa ngetik seperti ini <img src='http://elyas.laros.or.id/wp-includes/images/smilies/kucing_ngayal.gif' alt=':a29:' class='wp-smiley' /> 

<span style="font-weight: bold">1. Lokasi</span>
Ini sangat penting dan vital banget klo mau usaha Anda berjalan lancar dan bertahan lama, coba cari lokasi yg kira2 banyak orang butuh internet, misal di dekat sekolah atau universitas, daerah perkantoran, perumahan (tapi jangan yang terlalu elit) dll.
Lalu perhatikan juga apakah di sana saingannya banyak atau tidak.

<span style="font-weight: bold">2. ISP</span>
Cari ISP yang punya track record yang baik, kecepatan dan kapasitas bandwidth internet harus disesuaikan dengan jumlah komputer yang ada (jadi saat warnet Anda sedang penuh sekalipun kecepatannya tidak berkurang terlalu jauh), walaupun biaya mahal tapi kualitas yang diberikan dapat menjamin pengunjung warnet Anda tetap setia.

<span style="font-weight: bold">3. Pegawai</span>
Saya kurang tahu yang menjaga warnetnya apakah Anda sendiri atau orang lain, kalau orang lain cari yang mengerti tentang komputer dan bisa main game online^^, tujuannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan Anda.

<span style="font-weight: bold">4. Update/ Upgrade</span>
Persiapkan hardware dan software yang cocok untuk dapat menjalankan game online dengan mulus, lalukan upgrade jika komputer tidak mampu menjalankan game online tertentu yang cukup diminati oleh masyarakat, selalu update patch-patch terbaru untuk game online tsb. Oh iya sekarang lagi marak-maraknya razia software ilegal di warnet-warnet, nah Anda harus hati-hati nih...
Usahakan semua softwarenya asli, tapi walaupun begitu masih ada saja oknum-oknum kepolisian yang berusaha untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Agar posisi Anda lebih kuat dan terjamin,  Anda bisa menjadi anggota <span style="font-weight: bold">AWARI</span> (<span style="font-weight: bold">Asosiasi Warung Internet Indonesia</span>) ---&gt; kunjungi websitenya untuk mendapatkan petunjuk dan bimbingan yang lebih baik untuk warnet Anda

Saya lagi keliling2, sambil browsing2. Sekarang banyak banged game online, pilihannya juga banyak dan bervariasi. Semua tinggal tergantung sama gamernya mau pilih game yang mana. Dan saking banyaknya game ini, mulai terjadi persaingan antar game online.

bisnis warnet game online ini masih cerah dan semakin banyak saja game-game online yang bermunculan dan anak2 zaman sekarang sudah banyak yang melek teknologi, semoga saja kedepan perkembangan teknologi di Indonesia tetap tumbuh.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elyas.laros.or.id/articles/bisnis-warnet-and-game-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
